February 20, 2014
Ambisius Samsung Galaxy di 2015
Berbicara pada analis dan investor dalam "Analyst Day" di Korea Selatan, Selasa (5/11/2013), raksasa elektronik Samsung mengumumkan sejumlah target ambisius.Salah satu target tersebut adalah melipatduakan resolusi pada layar ponsel menjadi 2.560 x 1.440 piksel (WQHD), atau 560 ppi dari sudut pandang tingkat kepadatan piksel.
Bila jumlah piksel sebanyak itu dimampatkan dalam layar AMOLED berukuran 5,2 inci, maka akan diperoleh sebuah perangkat seukuran LG G2yang memiliki bentang layar 5,2 incitetapi dengan resolusi 78 persen lebih tinggi.Masih belum cukup, Samsung berencana terus menaikkan tingkat resolusi hingga mencapai 3.840 x 2.160 piksel (Ultra HD/4K) pada 2015, hanya dua tahun dari sekarang. Angka itu dua kali lebih tinggi dibandingkan standar HD (1.920 x 1.080 piksel) yang umum dipakai oleh ponsel kelas atas saat ini.
Tak hanya itu, pabrikan asal Negeri Ginseng ini menyatakan bakal menciptakan gadget dengan layar yang bisa dilipat (foldable). Gadget yang dimaksud termasuk smartphone, tablet, dan wearable device semacam Galaxy Gear. Hal tersebut dijadwalkan bisa terwujud paling cepat pada 2015.Saat ini, Samsung sudah memiliki smartphone dengan teknologi layar fleksibel, yaitu Galaxy Round. Tetapi, layar AMOLED fleksibel pada ponsel tersebut hanya digunakan untuk melengkungkan tubuh Galaxy Round, sementara smartphone itu tidak bisa dilipat.
Terakhir, Samsung turut mengungkapkan rencana meluncurkan sensor kamera smartphone dengan resolusi 16 megapiksel pada 2014. Perusahaan ini juga menyatakan bakal mendesain sendiri core prosesor ARM 64-bit miliknya, mirip dengan yang dilakukan Apple pada cip "seri A".Sejak pertama kali diperkenalkan, perangkat kacamata pintar Google Glass telah mendapat banyak perhatian. Para produsen gadget lain pun agaknya tak mau ketinggalan membikin produk serupa.Samsung, misalnya, diketahui mematenkan desain kacamata pintar dengan gaya sporty. Sebagaimana dilaporkan oleh Ars Technica, paten Samsung tersebut merupakan paten desain, bukan paten reguler. Ini berarti produk final dari Samsung seharusnya berbentuk mirip dengan yang digambarkan dalam dokumen paten.Kelebihan KelemahanMeski tampangnya terlihat seperti Google Glass, kacamata pintar Samsung memiliki perbedaan dari segi fungsi. Perangkat ini bukanlah wearable device Android yang berdiri sendiri, melainkan harus tersambung ke ponsel dengan kabel micro-USB.Dengan kata lain, kacamata pintar Samsung kemungkinan bakal berfungsi sebagai proyeksi tampilan layar smartphone. Pendekatan ini mirip dengan yang diterapkan pada jam tangan pintar Galaxy Gear.Meski terkesan merepotkan, sambungan micro-USB secara teori bisa mengatasi satu kekurangan perangkat wearable device dari segi baterai karena alat yang bersangkutan bisa mendapat pasokan daya dari ponsel. Kacamata pintar pun tak perlu memiliki SoC sendiri karena hanya bersifat meneruskan informasi.Samsung GalaxySelain tampilan layar, Samsung juga menanam headset terintegrasi pada frame kacamata. Dokumen paten menjelaskan bahwa hal tersebut memungkinkan pengguna untuk "menelepon dan mendengarkan musik sambil berolahraga.Yang mungkin menjadi masalah adalah kompatibilitas kacamata pintar yang bersangkutan dengan smartphone yang tersambung dengannya. Seperti diketahui, bahkan jam tangan pintar Galaxy Gear pun sejauh ini hanya bisa digunakan dengan beberapa ponsel Samsung.Beam i8530Sebelumnya, memang pernah tersiar kabar bahwa Samsung sedang menyiapkan perangkat saingan Google Glass. Produk yang disinyalir bernama "Gear Glass" -- diprediksi akan meluncur sekitar kuartal kedua 2014.
Comments are disabled.
Post is locked.
Posted by: sulaiiman at
01:44 AM
| No Comments
| Add Comment
Post contains 490 words, total size 4 kb.
11kb generated in CPU 0.0203, elapsed 0.0464 seconds.
32 queries taking 0.0344 seconds, 48 records returned.
Powered by Minx 1.1.6c-pink.
32 queries taking 0.0344 seconds, 48 records returned.
Powered by Minx 1.1.6c-pink.








