February 20, 2014

Smartfren Jual 1,2 Juta Unit Andromax

Ponsel pintar keluarga Andromax menjadi bisnis yang menggiurkan bagi Smartfren. Meski tidak mengambil banyak untung dari penjualan Andromax, namun ponsel ini berhasil meningkatkan jumlah pengguna Smartfren dan mengembangkan ekosistem CDMA.Sepanjang 2013, Smartfren berhasil menjual lebih dari 1,2 juta unit ponsel seri Andromax. Dari tujuh seri ponsel Andromax, seri C menyumbang penjualan paling besar, diikuti oleh Andromax seri I dan U."Seri C paling besar penjualannya karena harganya terbilang murah dan fiturnya setara ponsel lain," kata Sukaca Purwokardjono, Kepala Produk Ponsel Pintar Smartfren, beberapa waktu lalu.Ia menargetkan, penjualan Andromax di tahun 2014 tumbuh tiga sampai empat kali lipat dibandingkan tahun 2013. Smartfren masih akan memesan ponsel Android dari produsen asal China, antara lain Hisense, ZTE, Innos, dan Huawei.

Usaha Smartfren yang gencar membawa Andromax ke Indonesia membuahkan hasil manis. Smartfren menjadi importir ponsel pintar terbesar kedua di Indonesia pada kuartal ketiga 2013, menurut data lembaga riset IDC.IDC mencatat, Smartfren mengirimkan 339.000 unit ponsel pintar ke Indonesia pada kuartal ketiga 2013. Prestasi ini mengalahkan BlackBerry yang menempati peringkat ketiga produsen ponsel pintar terbesar ketiga di Indonesia, dengan pengiriman 330.000 unit ponsel pintar.Produsen ponsel pintar terbesar di Indonesia masih ditempati oleh Samsung, dengan total pengiriman mencapai 1.054.000 unit.Hingga kuartal ketiga 2013, Smartfren memiliki total pelanggan sebanyak 12,5 juta, dengan 5,5 juta di antaranya adalah pelanggan data.Smartfren juga berusaha memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas jaringannya. Perusahaan telah mengimplementasi jaringan EV-DO Rev B dan terus memperbarui teknologi menuju Data Optimized (DO) Advanced.Teknologi DO Advanced dari Smartfren telah tersedia di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang. Teknologi hasil kerjasama dengan Qualcomm ini, diimplementasikan untuk mengatasi kenaikan trafik data.Keinginan Smartfren menguasai pasar ponsel pintar di Indonesia melalui lini produk Andromax yang terus membanjiri pasar, membuahkan hasil manis.Menurut data lembaga riset IDC, Smartfren kini berada di peringkat kedua sebagai perusahaan yang mengirimkan ponsel pintar terbanyak di Indonesia. Data IDC pada kuartal ketiga 2013 mencatat, Smartfren berhasil mengirimkan 339.000 unit ponsel pintar. Capaian itu mengalahkan BlackBerry yang menempati peringkat ketiga produsen ponsel pintar terbesar di Indonesia, dengan 330.000 unit pengiriman ponsel pintar di kuartal ketiga 2013.Produsen ponsel pintar terbesar di Indonesia masih diduduki oleh Samsung melalui lini produk Galaxy, dengan total pengiriman 1.054.000 unit pada kuartal ketiga 2013.Direktur Smartfren Telecom, Merza Fachys mengatakan, prestasi itu menunjukan merek Andromax cukup diperhitungkan dalam kompetisi pasar ponsel pintar di Indonesia. Operator seluler CDMA ini optimis mampu menyediakan layanan seluler yang baik di tengah persaingan yang makin ketat."Sebagai perusahaan nasional, kami percaya ke depannya kami bukan saja operator voice dan data, tapi sekaligus sebagai penyedia smartphone berkualitas dengan layanan paket data yang lengkap, terjangkau dan memuaskan bagi pelanggan,” kata Merza dalam siaran pers yang diterima KompasTekno. Hingga kuartal ketiga 2013, Smartfren memiliki 12,5 juta pelanggan, dan 5,5 juta di antaranya adalah pelanggan data (internet).Perusahaan telah membangun base transceiver station (BTS) di Jawa, Bali, Sumatera, dan kota besar di Sulawesi. Sepanjang 2013, Smartfren juga memperluas bisnisnya dengan membuka galeri yang totalnya telah mencapai 185 galeri di seluruh Indonesia.Kehadiran aplikasi BlackBerry Messengger (BBM) di ponsel Android mendongkrak penggunaan ponsel Andromax dari Smartfren, khususnya di harga kurang dari Rp 1 juta. Ini menjadi pasar empuk bagi Smartfren di masa datang.Head of Marketing & Communication PT Smartfren Telecom (Smartfren) Roberto Saputra mengatakan, meski penjualan Blackberry berbasis jaringan CDMA mengalami penurunan hingga 50 persen, tetapi penggunaan aplikasi BlackBerry Messenger mengalami peningkatan dua kali lipat. Hal itu disebabkan oleh ketersediaan aplikasi BBM di perangkat Android, termasuk handset Andromax."Kenaikannya ada di Andromax kelas entry level dengan harga kurang dari Rp 1 juta. Dari sebelumnya sebanyak 2.000 (aktivasi BBM), sekarang menjadi 5.000 per hari," kata Roberto di sela-sela kunjungan bersama wartawan di China, Jumat (15/11/2013).Melihat tren peningkatan itu, Roberto optimistis bahwa penjualan Andromax di bawah harga Rp 1 juta akan mengalami kenaikan pada tahun depan. Hal itu antara lain didorong oleh stagnansi pasar smartphone di kisaran harga Rp 7 juta.Sementara itu, persaingan ketat terjadi di kelas Rp 3 juta-Rp 4 juta. Tahun ini Smartfren menargetkan penjualan bundel handset Andromax sebanyak 1,3 juta. Roberto mengatakan, tahun depan target tersebut digandakan dua kali lipat. KelebihanSmartfren Andromax-iNew"Sekarang kontribusi Andromax entry level 50 persen dari penjualan. Tahun depan kontribusinya bisa mencapai 80 persen," ujar Roberto.Saat ini ponsel Andromax C menjadi produk andalan Smartfren di kelas entry level. Ponsel buatan Hisense itu dibanderol sekitar Rp 700.000, menggunakan prosesor dual core dan sistem operasi Android seri Jelly Bean.Akhir tahun ini Smartfren akan kembali mendatangkan satu varian baru Andromax entry level dengan harga di bawah Rp 1 juta.

Posted by: sulaiiman at 12:18 AM | No Comments | Add Comment
Post contains 748 words, total size 6 kb.

Comments are disabled. Post is locked.
12kb generated in CPU 0.0458, elapsed 0.0805 seconds.
32 queries taking 0.0708 seconds, 48 records returned.
Powered by Minx 1.1.6c-pink.