March 19, 2014

Kumpulan Berita BlackBerry

Perjuangan BlackBerry untuk terus dapat bangkit dan berjuang di ekosistem mobile terus dilakukan. Di saat diwawancarai oleh New York Times, ada satu pernyataan dari CEO BlackBerry John Chen yang cukup untuk dapat membuat motivasi para karyawan BlackBerry bersemangat.Dalam wawancara tersebut, Chen ingin melakukan apa yang dulu pernah dilakukan oleh salah satu pendiri Apple yang tersingkir dan kembali membawa kejayaan perusahaan tersebut, Steve Jobs.Dikutip dari Cult of Mac (10/03), Chen mengatakan bahwa Jobs pernah dikeluarkan dari Apple dan kembali lagi ke perusahaan besutannya itu sekitar tahun 1990.Sesaat sebelum Jobs kembali, Apple berada di cengkeraman krisis yang sewaktu-waktu dapat membuat perusahaan Cupertino itu bangkrut. Namun ketika Jobs kembali memimpin perusahaan itu dan memecat sejumlah direksi yang tidak sejalan dengannya, Apple kembali bangkit dan berhasil menjadi raksasa dunia sampai sekarang ini.Harga BlackBerry 2014

"Saya melihat Steve Jobs di YouTube ketika dia kembali ke Apple. Pada saat itu, dia bangkit dan angkat bicara, 'Saya tidak punya produk baru, saya ingin secara penuh fokus pada kepuasan dasar konsumen.' Setelah mengatakan hal itu, Jobs dan Apple bersama-sama bangkit dan berhasil," jelas Chen.Selain menjelaskan sedikit kutipan dari Jobs itu, Chen juga secara bangga mengatakan bahwa apa yang dilakukan Sang Maestro Apple itu juga dia lakukan sekarang ini.Tentu saja, apabila apa yang diucapkan Chen benar yaitu fokus pada konsumen, maka dapat dikatakan bahwa strategi yang akan diterapkannya itu sangat berbeda dengan para CEO BlackBerry sebelum-sebelumnya.Di era kepemimpinan Mike Lazaridis dengan Jim Balsillie dan juga Thorsten Heins, semua sepertinya berfokus pada perangkat, sedangkan Chen akan lebih fokus pada konsumen seperti yang dilakukan Jobs.Apabila apa yang akan dicanangkan Chen berhasil seperti Jobs mampu angkat Apple, maka dapat dikatakan bahwa BlackBerry telah tepat memilih pimpinan.Popularitas BlackBerry semakin jatuh. Di tahun 2013 lalu, produk-produk dari perusahaan asal Kanada ini tidak mampu meraih sukses besar di banyak negara, kali ini popularitasnya di Amerika Serikat juga tumbang oleh perangkat berbasis Windows Phone.Dengan market share hanya sebesar 3,1 persen, akhirnya posisi BlackBerry harus diungguli oleh perangkat-perangkat berbasis Windows Phone yang didominasi oleh buatan Nokia, menurut analisis dari comScore.Dikutip dari PC World (07/03), dari persentase keseluruhan produk yang dipasarkan di Amerika Serikat, perangkat berbasis Android masih belum tergoyahkan dengan perolehan sebesar 51,7 persen dan diikuti oleh perangkat berbasis iOS dengan perolehan sebesar 41,6 persen.Apabila dilihat dari vendornya, Apple menduduki peringkat pertama dengan perolehan sebesar 41,6 persen, kedua Samsung (26,7 persen), LG (6,9 persen, Motorola (6,4 persen) dan HTC (5,4 persen).Untuk posisi berikutnya diambil oleh Nokia. Popularitas Nokia melesat cepat karena dipengaruhi 2 hal yaitu diakuisisinya perusahaan asal Finlandia itu oleh Microsoft dan diproduksinya perangkat berbasis Android yang telah diperkenalkan di bulan Februari lalu.Tentu saja, dengan semakin merosotnya popularitas perusahaannya ini, BlackBerry harus benar-benar mampu memutar otak dan mengatur strategi lagi agar dapat tetap hidup dan bersaing di ekosistem mobile global.Apabila tidak, maka siap-siap saja perusahaan ini akan gulung tikar dengan cepat karena selama ini BlackBerry tidak memiliki produk andalan lain selain BlackBerry Messenger dan sistem enkripsi data yang kabarnya lebih aman dibandingkan Android atau iOS.Selama ini mungkin PIN BlackBerry Messenger (BBM) yang Anda punyai adalah gabungan dari baris nomor atau huruf atau gabungan dari keduanya. Namun ada kemungkinan di kemudian hari, PIN BBM itu akan lebih menarik.Menjadi satu hal yang unik di era aplikasi chat merajai bahkan mengalahkan popularitas SMS, PIN BBM adalah salah satu hal yang sangat mainstream karena dapat dimiliki dan digunakan oleh pengguna perangkat berbasis BlackBerry, iOS dan Android.Namun, seperti halnya nomor KTP atau nomor lainnya, setiap pemilik perangkat yang di dalamnya terdapat aplikasi BBM tidak dapat memilih sendiri PIN BBM menurut keinginan mereka sendiri.Dikutip dari Ubergizmo (06/03), pihak BlackBerry membersitkan untuk mempertimbangkan pengaturan PIN BBM oleh penggunanya sendiri walaupun belum diketahui kapan hal itu akan dapat terwujud.Apabila nantinya BlackBerry benar-benar mempersilakan semua pengguna layanan BBM untuk mengganti dan mengubah PIN BBM mereka, kira-kira PIN BBM apa yang ingin Anda gunakan kelak?.PT XL Axiata Tbk meluncurkan paket BlackBerry Full BIS Lite Unlimited dan BlackBerry Gaul Unlimited dengan tarif hanya Rp 10 ribu/bulan yang digabungkan dengan pulsa.Paket ini sudah tersedia untuk pengguna BlackBerry OS 7 atau lebih rendah di menu *123*404# sejak 28 Februari 2014, dan tersedia di toko/counter pulsa terdekat.Deputy Chief Marketing Officer XL Kencono Wibowo mengatakan memasuki tahun 2014 minat masyarakat untuk menggunakan layanan data melalui berbagai jenis platform smartphone terus mengalami peningkatan.Kumpulan Aplikasi Blackberry Salah satu layanan smartphone yang menjadi favorit pelanggan adalah BlackBerry, terutama dengan layanan chat BlackBerry Messenger, dan masih banyak juga pelanggan yang ternyata masih tetap menggunakan BlackBerrynya untuk layanan lain seperti telepon dan SMS, ungkapnya dalam siaran pers, Kamis (6/3).Untuk itu, tambahnya, XL memberikan solusi berupa layanan inovatif paket BlackBerry Rp 10 ribu/bulan yang sudah digabungkan dengan pulsa.Paket ini ditawarkan dalam 2 pilihan, yaitu paket BlackBerry Gaul Unlimited dan BlackBerry Full BIS Lite Unlimited, yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan akan layanan Blackberry yang terjangkau.Di paket BlackBerry Full BIS Lite Unlimited, pelanggan bisa menikmati layanan BlackBerry untuk BBM, chatting, social network, email serta browsing hanya dengan Rp 10ribu / bulan. Pelanggan juga akan mendapatkan pulsa senilai Rp 40ribu untuk telepon dan SMS.Paket ini dapat dibeli pelanggan dengan harga Rp 50 ribu. Sementara di layanan paket BlackBerry Gaul Unlimited, pelanggan bisa menikmati layanan BBM, chatting, social network juga hanya dengan Rp 10 ribu/bulan. Pelanggan cukup membeli seharga Rp 35ribu yang sudah termasuk pulsa untuk telepon dan SMS senilai Rp 25ribu.Hingga saat ini jumlah pelanggan XL BlackBerry telah mencapai sekitar 3 jutaan pelanggan dari total 10,2 juta pelanggan XL yang menggunakan smartphone.Sementara secara keseluruhan jumlah pelanggan XL hingga akhir tahun 2013 mencapai lebih dari 60 juta pelanggan di seluruh Indonesia, yang didukung dengan ketersediaan infrastruktur jaringan fiber optic, serta BTS sebanyak 44.946 unit ( 29.878 BTS 2G dan 15.068 BTS 3G) di berbagai wilayah di Indonesia.Baik pihak BlackBerry maupun Microsoft pernah sedikit mengumumkan bahwa BlackBerry Messenger (BBM) yang selama ini hanya ada di BlackBerry, perangkat berbasis Android dan iOS, juga akan hadir di smartphone Windows Phone.Memang sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dirilisnya BBM ke Windows Phone. Namun, kepastian akan kehadiran platform tersebut sudah jelas.Ternyata, Facebook yang selama ini juga tidak membuat aplikasi chattingnya, Facebook Messenger, hadir untuk Windows Phone, sepertinya merasa tersaingi dan kabarnya telah berhasil merilis platform tersebut untuk perangkat berbasis Windows Phone.Dikutip dari The Inquirer (05/03), pihak Microsoft pun juga membenarkan bahwa sekarang Facebook Messenger telah hadir dan dapat diunduh di Windows Phone Store."Dengan Facebook Messenger, Anda dapat melihat siapa saja yang sedang online. Anda juga dapat melakukan chatting secara berkelompok atau juga secara pribadi serta dapat mengirimkan gambar atau juga sticker secara mudah," tulis Microsoft di blog resmi mereka.Memang dalam hal jejaring sosial, Facebook sampai saat ini masih menjadi magnet yang dapat menarik siapa saja untuk menggunakan layanan mereka.Namun di ekosistem aplikasi chatting dan pengiriman pesan singkat, BBM adalah salah satu platform populer selain WhatsApp saat ini. Bahkan popularitasnya tidak mampu disamai oleh Facebook Messenger baik di iOS ataupun di Android.Oleh karenanya, dengan hadirnya Facebook Messenger di Windows Phone ini, ada perkiraan bahwa Facebook memang sengaja melakukannya dengan tujuan untuk menjegal langkah BlackBerry sebelum mereka merilis BBM di Windows Phone.Kemarin (04/03), layanan pengiriman pesan singkat milik BlackBerry yaitu BlackBerry Messenger (BBM) mengalami masalah. Namun, sekarang permasalahan tersebut telah teratasi.Sontak saja, banyak pengguna perangkat BlackBerry mengeluh bahwa layanan BBM tidak berfungsi maksimal. Bahkan tidak sedikit yang mengatakan bahwa tidak dapat memakainya sama sekali.Menurut laporan dari eCanada Now (04/03), memang sedang terjadi masalah di jaringan milik BlackBerry di Kanada yang berimbas ke para penggunanya di Kanada dan Asia-Pasifik.Namun, sesaat setelah terjadinya gangguan dan mendapatkan banyak komplain, akhirnya pihak BlackBerry berhasil menyelesaikan masalah dan sekarang layanan BBM telah kembali normal.Dalam konfirmasinya, gangguan pada layanan BBM itu hanya terjadi pada perangkat BlackBerry yang gunakan operating system di bawah BB10OS. Jadi bagi perangkat lain tidak terkendala.Untuk lingkup Indonesia, banyak juga keluhan terutama yang menggunakan layanan dari Telkomsel.Di saat dihelatnya Mobile World Congress (MWC) 2014 pekan lalu, BlackBerry juga memperkenalkan 2 produk baru mereka yang salah satunya ditujukan khusus untuk pengguna mobile Indonesia dengan kode nama Jakarta.Namun, dari apa yang telah diupayakan oleh BlackBerry itu agar tetap dapat hidup dan berjuang di tengah gencarnya persaingan pasar ekosistem mobile, banyak pihak yang masih ragu apakah BlackBerry masih akan mampu kuat bertahan sampai akhir 2014 mendatang.Selama ini, walaupun sudah menurun dan tidak seperti tahun-tahun lalu, pengguna produk dari BlackBerry di Indonesia mulai menunjukkan penurunan karena gencarnya produk-produk berbasis Android yang hadir dengan harga yang murah serta fitur yang tidak kalah menarik.Mulai dari awal tahun 2014 kemarin, BlackBerry juga telah merilis beberapa produk mereka yang sayangnya belum mampu menembus minimal urutan kedua di dunia mobile secara global.Topik pilihan: Blackberry | Android | Windows Phone | iOSBahkan di negara-negara dengan pengguna produk mereka terbesar dunia seperti Nigeria, Indonesia dan Afrika Selatan, BlackBerry juga masih harus berjuang sekuat tenaga untuk dapat tetap mengibarkan panji mereka.Di tahun 2014 ini, ditandai dengan dihelatnya MWC 2014, banyak vendor terkenal dunia mulai dari Samsung sampai dengan perusahaan-perusahaan asal China memperkenalkan produk baru mereka, tentu saja dengan operating system Android di dalamnya.BlackBerry tidak mau kalah dan memperkenalkan produk barunya yang akan kembali menggunakan tombol QWERTY. Ketika vendor-vendor dunia mulai bersaing untuk memperkenalkan produk baru dengan fitur yang belum pernah ada sebelumnya, BlackBerry justru berkutat pada sisi desain dan tidak banyak menghadirkan fitur baru yang sangat menghebohkan seperti ketika pertama kali BlackBerry Messenger (BBM) menjadi salah satu lifestyle beberapa tahun lalu.Dengan tidak ada inovasi baru dan hanya memberikan perubahan pada sisi desain saja, apakah nantinya BlackBerry masih akan mampu bertahan di ketatnya persaingan dunia mobile, setidaknya sampai akhir tahun 2014 mendatang? Bagaimana menurut Anda.

Posted by: sulaiiman at 05:18 PM | No Comments | Add Comment
Post contains 1720 words, total size 17 kb.

Comments are disabled. Post is locked.
24kb generated in CPU 0.0114, elapsed 0.048 seconds.
33 queries taking 0.0399 seconds, 63 records returned.
Powered by Minx 1.1.6c-pink.