September 09, 2014
Material Bangunan ilegal Terus dipantau
Berita terkni mengenai toko harga bahan bangunan di Tanjungpinang tutup, Kamis (4/9). Mereka takut membuka tokonya menyusul razia material bangunan tak ber SNI oleh Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar (TPBB) yang terdiri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Badan POM, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Mabes TNI AD, Bareskrim Mabes Polri, Badan Intelijen Negara, Bea dan Cukai, Badan Karantina Pertanian, dan Disperindag Provinsi Kepri, Rabu (3/9) lalu.
Selain toko bangunan, sejumlah toko ponsel dan barang elektronik juga ikut tutup. Bahkan beberapa pemilik toko mainan anak-anak juga memilih tidak jualan, kemarin. Mereka mengaku khawatir akan ada razia susulan. Kami dapat kabar-kabar saja. Tapi tak tahu juga, apa yang akan diperiksa, ucap seorang pedagang yang enggan disebut namanya, Kamis (4/9). Harga Besi Beton serta redagang setempat mengaku resah karena ada kabar tim gabungan akan kembali menggelar razia barang-barang, terutama material bangunan, Harga Semen mulai naik yang tak berstandar nasional Indonesia (SNI). Seperti pada Rabu (3/9) lalu, tim gabungan menyita 2.815 material seperti Harga Cat Tembok bangunan yan tak dilengkapi label SNI. Pedagang sendiri tak yakin dengan dagangan yang mereka jual, karena mereka kurang paham soal aturan SNI itu.
Kepada koran ini para pedagang mengaku selama ini tidak ada sosialisasi yang jelas dari pemerintah melalui instansi terkait. Sehingga para pedagang tidak paham, mana barang yangboleh dijual dan mana yang tidak. Sehingga mereka memilih tutup, daripada terjaring razia. Terutama deretan toko yang ada di Bakar Batu, Pasar Kota Lama, dan kawasan bisnis lainnya.
Saya juga dapat kabar (razia) itu, tapi belum tahu pasti. Makanya saya ikut-ikut tutup, kata pemilik toko ponsel, Selvi di kawasan Pelantar Satu, Kota Lama. Tutupnya toko-toko tersebut membuat warga kerepotan mencari kebutuhan bahan bangunan dan keperluan lainnya. Namun mereka memaklumi karena kebanyakan pedagang masih merasa takut jika sewaktu-waktu tim kembali melakukan operasi. Masyarakat masih kesuliatn mendapatkan material membagun rumah ini baik itu tempat tinggal sendiri maupun lahan proyer Mungkin masih takut, semalamkan katanya ada razia besar-besaran, ujar Indra salah seorang warga yang ditemui di Jalan Tambak, Kota Tanjungpinang.
Tutupnya toko tersebut membuat geliat perekonomian di Jalan Tambak yang merupakan pusat penjualan ponsel seolah mati suri. Sejak pagi hingga tengah hari tidak ada satupun pedagang yang menjual ponsel membuka tokonya. Masyarakat mulai bertanya-tanya apakah Harga Cat Tembok Terbaru setarta material lainya akan terus melunjak seperti diberitakan sebelumnya, Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Widodo mengatakan, seluruh produk yang disita itu tidak berlabel SNI. Selain itu, kata dia, Harga Semen Terbaru dipasaran masih setabil namun Harga Besi Beton Terbaru belum ada kepastian, setelah uji laboratorium, kondisi produk tersebut ternyata tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga membahayakan bagi para konsumen. Namun razia ini menimbulkan keresahan bagi para pedagang di Kota Gurindam ini.
Keresahan pedagang Tanjungpinang ini ditanggapi anggota DPRD Kepri Rudy Chua. Rudy mengaku banyak pengusaha di Tanjungpinang yang menanyakan kebenaran isu razia barang dagangan. Dan beberapa di antaranya juga mengaku telah menutup sementara tempat usahanya bahkan ada yang dari tiga hari belakangan. Dari pengakuan mereka ada oknum-oknum yang memanfaatkan momen ini. Dengan meminta uang dan lain sebagainya, papar Rudy.
Menurutnya, keluhan para pedagang ini timbul dari kurangnya informasi yang mereka dapatkan. Bukan dikarenakan razia melainkan minimnya info mengenai prosedural penjualan barang dagangan yang sesuai hukum dan juga pengetahuan jenis dagangan yang boleh dan tidak boleh dijual oleh pedagang Tanjungpinang. Simak saja Daftar Harga Besi Beton yang coba kami berikan untuk anda sebagai pelengkap material ada pula Daftar Harga Semen semua merk SNI Baik dari Badan POM maupun Disperindag sebaiknya mengintensifkan lagi sosialisasi berkenaan dengan barang dagangan yang legal. Dan jujur saja, Daftar Harga Cat Tembok sejauh ini pemahaman sebagian pedagang Tanjungpinang mengenai surat perizinan masih kurang, kata Rudy saat dihubungi, kemarin.
Rudy memastikan, pada saat ini, persentase penjualan produk luar seperti mainan, makanan, pakaian dan lain sebagainya untuk di luar Kota Batam mayoritas merupakan produk dalam negeri. Ia bahkan memaparkan jika satu toko memiliki 10 hingga 20 persen saja barang dagangan impor. Karena mayoritas masyarakat saat ini telah beralih kepada produk dalam negeri, mengingat kualitas yang tak jauh berbeda dengan harga penjualan lebih murah. Sehingga produk impor cenderung sulit diperjual belikan saat ini. Terkecuali produk kosmetik dan kesehatan. Karena hal ini berkaitan dengan kebiasaan dan kepercayaan konsumen terhadap produk kecantikan impor.
Kata Rudy, minimnya informasi mengenai produk standar SNI menjadi momok bagi pedagang yang awam dengan prosedural dan administrasi yang harus dilakukannya. Sebab, kebanyakan pedagang mendapatkan barang dari distributor tanpa harus bertanya apakah produk yang mereka dapatkan sudah memenuhi standar atau belum. Kami apresiasi sekali tindakan BPOM dan SNI yang telah melakukan pengamanan konsumsi demi kepentingan konsumen. Tapi di balik itu, kita juga minta mereka bisa memberikan kenyamanan kepada para pedagang Tanjungpinang, ujar Rudy.
Ia mengatakan, hal itu bisa saja diberikan pihak pemerintah, Disperindag maupun Badan POM dan SNI dengan mensosialisasikan produk ilegal, produk berbahaya non-konsumsi dan prosedural yang harus diambil, demi kelancaran aktivitas perdagangan. Jangan memperparah konduisi dengan tidak mengedukasi para pengusaha di Tanjungpinang ini, papar Rudy. Rudy meminta pedagang tidak khawatir dan segera melaporkan jika ada oknum yang memanfaatkan keadaan dengan meminta uang. Kalau curiga, langsung saja laporkan ke polisi. Jangan takut, pesan Rudy.
Comments are disabled.
Selain toko bangunan, sejumlah toko ponsel dan barang elektronik juga ikut tutup. Bahkan beberapa pemilik toko mainan anak-anak juga memilih tidak jualan, kemarin. Mereka mengaku khawatir akan ada razia susulan. Kami dapat kabar-kabar saja. Tapi tak tahu juga, apa yang akan diperiksa, ucap seorang pedagang yang enggan disebut namanya, Kamis (4/9). Harga Besi Beton serta redagang setempat mengaku resah karena ada kabar tim gabungan akan kembali menggelar razia barang-barang, terutama material bangunan, Harga Semen mulai naik yang tak berstandar nasional Indonesia (SNI). Seperti pada Rabu (3/9) lalu, tim gabungan menyita 2.815 material seperti Harga Cat Tembok bangunan yan tak dilengkapi label SNI. Pedagang sendiri tak yakin dengan dagangan yang mereka jual, karena mereka kurang paham soal aturan SNI itu.
Kepada koran ini para pedagang mengaku selama ini tidak ada sosialisasi yang jelas dari pemerintah melalui instansi terkait. Sehingga para pedagang tidak paham, mana barang yangboleh dijual dan mana yang tidak. Sehingga mereka memilih tutup, daripada terjaring razia. Terutama deretan toko yang ada di Bakar Batu, Pasar Kota Lama, dan kawasan bisnis lainnya.
Saya juga dapat kabar (razia) itu, tapi belum tahu pasti. Makanya saya ikut-ikut tutup, kata pemilik toko ponsel, Selvi di kawasan Pelantar Satu, Kota Lama. Tutupnya toko-toko tersebut membuat warga kerepotan mencari kebutuhan bahan bangunan dan keperluan lainnya. Namun mereka memaklumi karena kebanyakan pedagang masih merasa takut jika sewaktu-waktu tim kembali melakukan operasi. Masyarakat masih kesuliatn mendapatkan material membagun rumah ini baik itu tempat tinggal sendiri maupun lahan proyer Mungkin masih takut, semalamkan katanya ada razia besar-besaran, ujar Indra salah seorang warga yang ditemui di Jalan Tambak, Kota Tanjungpinang.
Tutupnya toko tersebut membuat geliat perekonomian di Jalan Tambak yang merupakan pusat penjualan ponsel seolah mati suri. Sejak pagi hingga tengah hari tidak ada satupun pedagang yang menjual ponsel membuka tokonya. Masyarakat mulai bertanya-tanya apakah Harga Cat Tembok Terbaru setarta material lainya akan terus melunjak seperti diberitakan sebelumnya, Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Widodo mengatakan, seluruh produk yang disita itu tidak berlabel SNI. Selain itu, kata dia, Harga Semen Terbaru dipasaran masih setabil namun Harga Besi Beton Terbaru belum ada kepastian, setelah uji laboratorium, kondisi produk tersebut ternyata tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga membahayakan bagi para konsumen. Namun razia ini menimbulkan keresahan bagi para pedagang di Kota Gurindam ini.
Keresahan pedagang Tanjungpinang ini ditanggapi anggota DPRD Kepri Rudy Chua. Rudy mengaku banyak pengusaha di Tanjungpinang yang menanyakan kebenaran isu razia barang dagangan. Dan beberapa di antaranya juga mengaku telah menutup sementara tempat usahanya bahkan ada yang dari tiga hari belakangan. Dari pengakuan mereka ada oknum-oknum yang memanfaatkan momen ini. Dengan meminta uang dan lain sebagainya, papar Rudy.
Menurutnya, keluhan para pedagang ini timbul dari kurangnya informasi yang mereka dapatkan. Bukan dikarenakan razia melainkan minimnya info mengenai prosedural penjualan barang dagangan yang sesuai hukum dan juga pengetahuan jenis dagangan yang boleh dan tidak boleh dijual oleh pedagang Tanjungpinang. Simak saja Daftar Harga Besi Beton yang coba kami berikan untuk anda sebagai pelengkap material ada pula Daftar Harga Semen semua merk SNI Baik dari Badan POM maupun Disperindag sebaiknya mengintensifkan lagi sosialisasi berkenaan dengan barang dagangan yang legal. Dan jujur saja, Daftar Harga Cat Tembok sejauh ini pemahaman sebagian pedagang Tanjungpinang mengenai surat perizinan masih kurang, kata Rudy saat dihubungi, kemarin.
Rudy memastikan, pada saat ini, persentase penjualan produk luar seperti mainan, makanan, pakaian dan lain sebagainya untuk di luar Kota Batam mayoritas merupakan produk dalam negeri. Ia bahkan memaparkan jika satu toko memiliki 10 hingga 20 persen saja barang dagangan impor. Karena mayoritas masyarakat saat ini telah beralih kepada produk dalam negeri, mengingat kualitas yang tak jauh berbeda dengan harga penjualan lebih murah. Sehingga produk impor cenderung sulit diperjual belikan saat ini. Terkecuali produk kosmetik dan kesehatan. Karena hal ini berkaitan dengan kebiasaan dan kepercayaan konsumen terhadap produk kecantikan impor.
Kata Rudy, minimnya informasi mengenai produk standar SNI menjadi momok bagi pedagang yang awam dengan prosedural dan administrasi yang harus dilakukannya. Sebab, kebanyakan pedagang mendapatkan barang dari distributor tanpa harus bertanya apakah produk yang mereka dapatkan sudah memenuhi standar atau belum. Kami apresiasi sekali tindakan BPOM dan SNI yang telah melakukan pengamanan konsumsi demi kepentingan konsumen. Tapi di balik itu, kita juga minta mereka bisa memberikan kenyamanan kepada para pedagang Tanjungpinang, ujar Rudy.
Ia mengatakan, hal itu bisa saja diberikan pihak pemerintah, Disperindag maupun Badan POM dan SNI dengan mensosialisasikan produk ilegal, produk berbahaya non-konsumsi dan prosedural yang harus diambil, demi kelancaran aktivitas perdagangan. Jangan memperparah konduisi dengan tidak mengedukasi para pengusaha di Tanjungpinang ini, papar Rudy. Rudy meminta pedagang tidak khawatir dan segera melaporkan jika ada oknum yang memanfaatkan keadaan dengan meminta uang. Kalau curiga, langsung saja laporkan ke polisi. Jangan takut, pesan Rudy.
Posted by: sulaiiman at
10:32 PM
| No Comments
| Add Comment
Post contains 840 words, total size 7 kb.
14kb generated in CPU 0.0102, elapsed 0.037 seconds.
33 queries taking 0.0311 seconds, 63 records returned.
Powered by Minx 1.1.6c-pink.
33 queries taking 0.0311 seconds, 63 records returned.
Powered by Minx 1.1.6c-pink.








